
gamang
menyeruak seantero nurani
membagi masa yang usang
dalam waktu yang terpasang
kulihat dirimu
dari jendela surga
tak tersenyum
bahkan lebih ke meratap
gerangan apa
terjadi dalam hidupmu
bukankah surga
adalah kebahagiaan
tapi tidak
wajah sendu masih menggelayut
wajah letih masih membelit
dan senyum tak lagi hadir
kulihat kembali
dirimu yang gamang
dari jendela surga
tapi entah kemana engkau kini
ternyata
surga adalah tempat tersenyum
tempat berbahagia
tempat untuk menuntaskan kehidupan
dan aku
salah melihat dirimu
dari balik
jendela surga
