menjelang senja yang semakin memerah.kau luka dalam marah yang panjang.
kaukah yang tidak menyadari atau aku yang tidak peduli.
secuil rindupun tak sempat kau sematkan dalam hatiku. apakah kau masih bertanya untuk apa aku menunggumu. tidak akan.
biarlah malam berkata pekat akan jalinan kita.
biarlah malam mengguyurkan hujan air mata.
biarlah semua membisu,
karena itu lebih baik dari satu prasangka.
hoi...penghuni mayapada.
saksikan sakit hatiku karena dirimu.
diri yang lahir dari pertemuan tapi tak kurasakan pertemuan.
diri yang lahir dari percintaan tapi aku tak kenal cinta. hoi..penghuni jagatraya.
aku tahu kau akan mencaci.
tapi biarlah cacimaki menderaku sampai aku tersadar bahwa cinta tak cukup sampai disini. bahwa rindu adalah selamanya buatku.
dan tersedar dalam malam yang tinggal separuh.
kau adalah rindu yang memeluk diriku. karena aku ada karena dirimu ada.
dan mungkin benci adalah caci dalam cinta
